Selasa, 30 Oktober 2012

Identifikasi Asam, Basa dan Garam Netral


 
Apakah rasa dari buah jeruk? Ya, buah jeruk berasa asam. Bagaimana dengan air sabun? Apa yang kalian rasakan saat tangan kalian memegang air sabun? Tentu air  yang sudah dicampur sabun akan terasa licin di tangan bukan? Jeruk berasa asam karena mengandung asam sitrat. Sedangkan sabun terasa licin di tangan karena air sabun mempunyai sifat basa. Nah, kali ini saya akan mengajak kalian untuk belajar bagaimana mengidentifikasi ada tidaknya kandungan asam, basa dan garam dalam suatu bahan.

Sebelum mengidentifikasi asam, basa dan garam, kita pelajari dulu apa yang disebut dengan asam, basa dan garam.

ASAM
Asam adalah senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion hidrogen (H+). Semakin banyak ion H+, semakin kuat sifat asamnya. Senyawa asam banyak terdapat dalam kehidupan kita sehari-hari.  Senyawa asam mempunyai rasa masam/kecut. Buah-buahan yang terasa masam/kecut  seperti jeruk, anggur dan apel dikarenakan mengandung zat asam di dalamnya.
Sifat dari asam :
1. Bersifat korosif atau merusak bahan-bahan benda-benda yang dikenainya.
2. Sebagian besar bereaksi dengan logam menghasilkan gas hidrogen.
3. Mempunyai rasa masam.
4. Mengubah lakmus biru menjadi merah.
5. Mempunyai pH (derajat keasaman) kurang dari 7
6. Dapat menghantarkan listrik (termasuk larutan elektrolit)
Beberapa asam dalam kehidupan kita sehari  diantaranya asam asetat (cuka), asam sitrat (terdapat pada jeruk), asam karbonat (terdapat pada minuman berkarbonasi), asam tatrat (terdapat pada anggur) dan asam malat (terdapat pada apel).

BASA
Basa adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida (OH¯).
Basa dalam kehidupan sehari-hari  diantaranya ditemukan pada obat magh (antasid) dan  bahan sabun.
Sifat basa :
1. Terasa pahit dan licin di kulit
2. Mempunyai pH lebih dari 7
3. Dapat mengubah warna lakmus merah menjadi biru
4. Dapat menghantarkan listrik (termasuk larutan elektrolit)
5. Bersifat kausatik atau dapat merusak kulit
6. Dapat menetralkan sifat asam

GARAM
Garam merupakan senyawa yang terbentuk dari reaksi asam dan basa.  Kalian tahu garam dapur bukan? Garam dapur (NaCl) merupakan salah satu contoh garam yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari.  Selain itu ada juga Baking Soda (NaHCO3) yang digunakan untuk menetralkan sengatan lebah yang bersifat asam, serta tawas dengan rumus senyawa Al2(SO4)3 yang digunakan untuk proses penjernihan air.
    Adapun ciri-ciri dari garam antara lain:
1.   Dalam bentuk leburan (cairan) atau lelehan dapat menghantarkan listrik
2.   Sifat larutannya dapat berupa asam, basa, atau netral tergantung jenis asam (kuat atau lemah) dan basa (kuat atau lemah) pembentuknya.
a.   asam kuat dan basa kuat akan terbentuk garam yang bersifat netral
b.   asam kuat dan basa lemah akan terbentuk garam yang bersifat asam
c.   asam lemah dan basa kuat akan terbentuk garam yang bersifat basa
 
IDENTIFIKASI ASAM, BASA DAN GARAM
Untuk mengidentifikasi ada/tidaknya kandungan asam, basa dan garam dalam suatu bahan yang belum kita kenal,  tidak diperkenankan dengan cara dirasakan menggunakan lidah, dicium atau dipegang secara langsung. Hal tersebut dikarenakan kita tidak tahu apakah bahan yang akan kita uji kandungan asam-basa nya bahan yang aman atau berbahaya. Untuk melakukan identifikasi adanya asam-basa dalam suatu zat dapat dilakukan dengan menggunakan:
1. Indikator Alami, indikator alami diperoleh dari bagian tumbuhan berwarna dapat berupa bunga, daun, buah, biji, atau akarnya. Contohnya : kunyit, bunga sepatu merah, kulit manggis, dan kubis ungu.
2. Indikator Buatan
a. Menguji dengan kertas lakmus, yaitu menggunakan lakmus merah dan lakmus biru.
b.  Larutan indikator (Metil Jingga, Metil Merah atau Fenolftalein (PP)).
c. Kertas indikator universal
d. pH meter
Contoh cara mengidentifikasi sifat asam, basa dan netral dari suatu larutan dapat dilihat pada video berikut :
a. Identifikasi Larutan Asam
Jika suatu larutan diuji menggunakan kertas lakmus merah warna lakmus tetap merah, kertas lakmus biru berubah menjadi merah dan setelah ditetesi larutan PP tidak mengalami perubahan warna, maka larutan tersebut bersifat asam.
b. Identifikasi Larutan Basa
Jika suatu larutan diuji menggunakan kertas lakmus merah warna lakmus berubah menjadi biru, kertas lakmus biru tetap biru  dan setelah ditetesi larutan PP  warna larutan berubah menjadi merah, maka larutan tersebut bersifat basa.
c. Identifikasi Larutan Netral
Jika suatu larutan diuji menggunakan kertas lakmus merah warna lakmus tetap merah, kertas lakmus biru tetap biru dan setelah ditetesi larutan PP tidak mengalami perubahan warna, maka larutan tersebut bersifat netral.
Bagaimana, menarik bukan?

0 komentar:

Posting Komentar