IKMAL INZAN CITA

WISUDA SARJANA STKIP MUH. BULUKUMBA

ALMAMATER SAKTI STKIP MUH. BULUKUMBA

RAPAT PROGRAM KERJA KKLP STKIP MUH. BULUKUMBA

GROWTH CENTRE

Minggu, 17 Maret 2013

Fungi (Jamur)

A. Ciri/ sifat dan karakteristik
  • eukariotik
  • tak berklorofil
  • dinding sel tersusun atas zat kitin
  • mikroskopis/ makroskopis
  • uniseluler multiseluler
  • saprofit, parasit, epifit
  • tubuh berbentuk benang/ hifa (kumpulan hifa: Miselium )
  • hifa ada yang bersifat senositik ( bersekat ) dan non senositik ( tak bersekat)
  • beberapa membentuk badan buak ( KARP)

Klasifikasi
jamur/ fungi dikelompokkan menjadi 4 kelas yaitu
  • ZYGOMYCOTA
  • ASCOMYCOTA
  • BASIDIOMYCOTA
  • DEUTEROMYCOTA

A.  ZYGOMYCOTA

memiliki hifa yang bersekat
  • mikroskopis
  • tidak membentuk badan buah
  • reproduksi secara aseksual dengan sporangiospora
  • reproduksi secara seksual membentuk zygospora

Gambar: Sporangiospora di dalam kotak spora ( Sporangium )
 
Gambar: Siklus Zygomycota ( pembentukan Zygospora )
Contoh :
  • Rhyzopus oryzae
  • Rhyzopus stolonifer
  • Mucor mucedo
  • Pilobolus sp
B. ASCOMYCOTA

  • Hifa non senositik ( tak bersekat )
  • Makroskopis dan mikroskopis
  • Membentuk badan buah: ASCOCARP/ ASKOKARP yang berbentuk seperti mangkuk. Contoh: Morchella esculenta
  • Reproduksi secara aseksual dengan konidiospora
  • Reproduksi secara seksual dengan Ascospora

Gambar: Askospora ( di dalam askus )dan Konidiospora ( di dalam konidia )
Contoh:
Yang membentuk badan buah/ Ascocarp
  • Morchella esculenta
  • Clavoceps purpurea
Yang tidak membentuk badan buah
  • Aspergillus wentii
  • Aspergillus flavus
  • Aspergillus fumigatus
  • Penicillium notatum
  • Penicillium cemmemberti
  • Penicilliun roquefuerti
  • Saccharomyces cerevisiae
  • Neurospora crassa

 C. BASIDIOMYCOTA

  • Hifa bersekat/ non senositik
  • Makroskopis
  • membentuk badan buah: BASIDIOKARP
  • Reproduksi secara aseksual dengan Konidiospora
  • Reproduksi secara seksual dengan Basidiospora

Contoh:
  • Volvariella volvaceae
  • Aurycularia polythrica
  • Ganoderma aplanatum
  • Pleurotes sp
  • Amanita muscaria
  • Amanita phalloides
  • Ustillago maydis
  • Puccinia gramminis
D. DEUTEROMYCOTA

  • Mikroskopis
  • Disebut Fungi Imperfecty ( jamur tak sempurna)
  • Belum diketahui alat reproduksi secara seksualnya
  • Reproduksi secara aseksual dengan Konidiospora
Contoh:
  • Candida albicans
  • Epidhermophyton floocossum 

    Perbedaan antara kelas Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota dan Deuteromycota

    Dasar klasifikasi pada Kingdom Fungi adalah jenis alat reproduksi seksualnya. Berikut ini beberapa perbedaan dasar yang diteukan pada keempat kelas pada kingdom Fungi

    ZIGOMYCOTA
    ASCOMICOTA
    BASIDIOMYCOTA
    DEUTEROMYCOTA
    Alat reproduksi generatif/seksual
    Zigospora
    Ascospora
    Basidospora
    Tidak ada
    Penghasil spora generatif
    Peleburan hifa yang berbeda muatan
    Askus
    Basidium
    Tidak ada
    Jumlah spora generatif
    1 buah
    8 buah
    4 buah
    Tidak ada
    Alat reproduksi vegetatif/aseksual
    Sporangiospora
    Konidiospora
    Konidiospora
    Konidiospora
    Penghasil alat reproduksi aseksual
    Sporangium
    Konidium
    Konidium
    Konidium
    Badan buah
    Tidak ada
    Askokarp
    Basidiokarp
    Tidak ada
    Hifa
    Senositik/ tak bersekat
    Bersekat
    Bersekat
    Bersekat
    Contoh
    ·      Rhyzopus oryzae
    ·      Rhyzopus stolonifer
    ·      Mucor mucedo
    ·      Pilobolus sp
    ·      Penicillium notatum
    ·      Aspergillus wentii
    ·      Aspergillus flavus
    ·      Neurospora crassa
    ·      Saccharomyces cereviceae
    ·      Volvariella volvaceae
    ·      Auricularia polythrica
    ·      Ganoderma aplanatum
    ·      Puccinia gramminis
    ·      Amanita muscaria
    ·      Pleurotes sp

    ·      Epidermophyton floococcum
    ·      Candida albicans



Jumat, 15 Maret 2013

Kingdom Plantae

Ciri/sifat dan karakteristik:
  • Eukariotik ( sudah memiliki membran inti )
  • Multiseluler, makroskopis
  • Berklorofil
  • Autotrof
  • Produsen
  • Selnya memiliki dinding sel dari selulosa
Klasifikasi;:
1. Atracheophyta ( tak berpembuluh )
  • Bryophyta/ tumbuhan lumut
2. Tracheophyta ( berpembuluh )
  • Pterydophyta
  • Spermatophyta
Tumbuhan tak berpembuluh ( Atracheophyta )
  • Yang dimaksud dengan tumbuhan tak berpembuluh adalah kelompok tumbuhan yang tidak memiliki pembuluh angkut yaitu Xilem ( pembuluh kayu ) dan Phloem ( pembuluh tapis )
  • Diwalili oleh tumbuhan lumut/ Bryophyta
BRYOPHYTA ( Tumbuhan Lumut )
 
Ciri/ sifat/ Karakteristik
  • Berklorofil
  • Higrofit
  • Belum memiliki xilem dan floem
  • Mengalami metagenesis ( pergiliran keturunan )
  • Fase gametofit ( tumbuhan lumut ) dan sprofit ( sporogonium )
  • Reproduksi seksual dengan penyatuan gamet. Gamet jantan dihasilkan di dalam Antheridium dan gamet betina dihasilkan di dalam Arkhegonium.
  • Reproduksi aseksual dengan spora dan gemma/ kuncup
Struktur
struktur tumbuhan lumut


Metagenesis/ pergiliran keturunan

Bagan Metagenesis lumut


Klasifikasi Tumbuhan lumut

Dikelompokkan menjadi 3 kelas
1.   Bryopsida/ lumut daun/ Musci
  • Contoh: Pogonatum cirrhatum
2.   Hepaticopsida/lumut hati/ Hepaticae
  • Contoh: Marchantia polymorpha
3.   Anthoceropsida/ lumut tanduk
  • Contoh: Anthoceros laevis
Bryopsida/ Musci

Hepaticopsida/ Hepaticeae

Anthoceropsida

Gemma

PTERYDOPHYTA ( Tumbuhan Paku )

Ciri/sifat/karakteristik
  • Berklorofil
  • Autotrof
  • Higrofit/ hidrofit/ epifit
  • Sudah memiliki pembuluh angkut (xilem dan floem)
  • Reproduksi seksual denga antheridium dan arkhegonium
  • Megalami metagenesis
Metagenesis paku Homospora




Metagenesis paku Heterospora





  • Reproduksi aseksual dengan spora
  • Merupakan kormophyta berspora
  • Kormus: memiliki akar/ batang dan daun yang sudah berpembuluh
  • Generasi saprofit ( penghasil spora )
  • Generasi  gametofit ( penghasil gamet)
  • Struktur


  • Macam-macam daun pada tumbuhan paku

Berdasarkan ukuran
  • Mikrofil: daun yang berukuran kecil ( sisik )
  • Makrofil ( daun yang berukuran besar )
Berdasarkan ada tidaknya sporangium
·         Tropofil:
  • daun yang tidak mengandung sorus ( kumpulan sporangium yang dibungkus selaput indusium )
  • fungsi: fotosintesis
·         Sporofil :
  • daun yang mengandung sorus
  • fungsi: fotosintesis dan reproduksi

Gametofit

  • Berupa Prothalium
  • Macam-macam gametofit
1.     Gametofit Biseksual
  • Memiliki anteridium dan arkegonium
  • Dihasilkan oleh paku homospora
2.      Gametofit uniseksual
  • Hanya memiliki anteridium atau arkhegonium saja
  • Dihasilkan oleh paku heterospora
·         Berdasar spora yang dihasilkan
 1.        Paku homospora
       Contoh: Lycopodium
 2.         Paku heterospora
       Contoh: Selaginella, Marsilea
 3.          Paku peralihan
       Contoh: Equisetum

Klasifikasi
1.          Psilopsida ( Paku purba )
Ø      Psilotum nudum
Ø      Rhynia


Psilotum
2.          Lycopsida ( paku kawat )
Ø      Selaginella
Ø      Lycopodium
Lycopodium

Selaginella

3.          Sphenopsida ( paku ekor kuda )
Ø      Equisetum

Equisetum
4.          Pteropsida ( paku sejati )
Ø      Marsilea
Ø      Platycerium
Ø      Adiantum
Ø      Asplenium
Ø      Azolla

Adiantum

Platycerium

Asplenium

Manfaat tumbuhan paku
Ø  Sayuran: Marsilea crenata
Ø  Obat luka; Selaginella sp
Ø  Pupuk hijau: Azolla piñata
Ø  Tanaman hias: Asplenium, Adiantum, Platycerium

SPERMATOPHYTA
Ciri/ sifat dan karakteristik

  • Merupakan tumbuhan biji: menghasilkan biji pada bunga/ runjung
  • Berklorofil
  • Autotroph ( dapat menyusun makanannya sendiri )
  • Sebagian bersifat heterotroph
         Parasit: Tali Putri ( Cassyta filiformis )
         Karnifora: Nephentes ampulae
 
Nama lain Spermatophyta
  1. Anthophyta: tumbuhan berbunga
  2. Phanerogamae: sudah jelas alat kelamin jantan dan betinanya
  3. Embryophyta: mengalami tahap perkembangan embrio pada daur hidupnya
  4. Mengalami pergiliran keturunan ( Metagenesis ), sporofit bersifat dominan
Klasifikasi
Dikelompokkan menjadi 2 yaitu:
  1. Gymnospermae ( Tumbuhan Berbiji Terbuka )
  2. Angiospermae ( Tumbuhan Berbiji Tertutup )

GYMNOSPERMAE ( PINOPHYTA )

Ciri/ sifat dan karakteristik
  • Berupa semak atau pohon
  • Batang berkayu dank eras
  • Biji melekat pada daun buah ( Sporofil ) atau runjung ( Strobillus )
Daun Buah

Runjung Betina

Runjung Jantan

  • Akar tunggang
  • Daun sempit, kaku atau jarang
  • Belum memiliki bunga yang sesungguhnya
  • Reproduksi pada Gymnospermae

  • Pembuahan bersifat tunggal
          Artinya:   Sperma ( mikrosporangium )  hanya membuahi sel telur ( makrosporangium ) membentuk zigot

Klasifikasi
Tumbuhan Gymnospermae dikelompokkan menjadi 4 kelas yaitu:
1.   Gnetinae
Contoh:
  • Gnetum gnemon ( Melinjo )
  • Welwitschia sp
  • Ephedra
Welwitschia mirabilis

Ephedra chinensis

2.   Cycadinae
  • Cycas rumphii
  • Cycas revoluta
Cycas rumphii

Cycas revoluta

 3.   Koniferinae
  • Pinus sp
  • Cassuarina equisetifolia
  • Agathis alba
  • Juniperus communis
  • Thuja gygantea
  • Araucaria cuninghamii
  • Sequoia gygantea   
Casuarina sp

Juniperus sp

Thuja sp
Sequoia gigantea
 4.   Ginkyoinae
  • Ginkgo biloba
Ginkgo biloba

ANGIOSPERMAE ( Magnoliophyta)
Memiliki bunga yang sesungguhnya
Struktur Bunga
  • Daun beraneka ragam bentuk dan system penulangan
  • Bakal biji terdapat di dalam bakal buah
  • Pembuahan bersifat ganda
          Inti sperma ( generative ) 1 membuahi sel telur membentuk zigot
          Inti sperma ( generative ) 2 membuahi inti kandung lembaga sekunder membentuk endosperma     
          ( cadangan makanan )


Klasifikasi
Dikelompokkan menjadi 2 kelas yaitu:
  1. Monocotyledoneae/ Liliopsida
  2. Dicotyledoneae/ Magnoliopsida
Dicotyledoneae

Monocotyledoneae

Perbedaan Tumbuhan Monocotyledoneae dan Dicotyledoneae

Faktor Pembanding
Dicotyledoneae
Monocotyledoneae
Akar
Tunggang
Serabut
Batang
Mengalami pertumbuhan membesar
Tidak mengalmi pertumbuhan membesar
Tulang  Daun
Menyirip/ menjari
Sejajar/ melengkung
Bunga
Jumlah bagian daun 4,5 atau kelipatannya
Jumlah bagian daun 3 atau kelipatannya
Biji
Memiliki 2 kotiledon
Memiliki 1 kotiledon
Ujung pucuk
Tidak memiliki sarung pelindung
Memiliki sarung pelindung
Cambium
Berkambium
Tidak berkambium
Contoh
Mangifera indica ( manga)
Manihot  utilissima ( ketela pohon)
Psidium guajava (jambu biji)
Chinchona ledgeriana (kina)
Gossypium sp (kapas)
Arachis hypogaea (kacang tanah)
Carica papaya ( papaya)
Ficus benjamina (beringin)
Coffea sp (kopi)
Dll
Oryza sativa ( padi)
Zea mays (jagung)
Cocos nucifera ( kelapa)
Zalacca edulis ( salak)
Pandanus sp (pandan)
Cyperus rotundus ( rumput teki)
Eichornia crassipes (enceng gondok)
Zingiber officinale ( jahe)
Anthurium sp ( anthurium

Sabtu, 09 Maret 2013

Kingdom Animalia

Klasifikasi Hewan

A.  Berdasarkan jumlah lapisan sel tubuh
  • Diploblastik
  •  Triploblastik
B.  Berdasarkan rongga tubuh
  •  Aselomata
  • Pseudoselomata
  •  Selomata

Berdasarkan simetri tubuh
  • Bilateral simetri
  • Radial simetri

Radial Simetry



Bilateral Simetry



C.  Berdasarkan ada tidaknya Vertebrae
  • Invertebrata
  • Vertebrata

INVERTEBRATA

  1. PHYLUM PORIFERA

Porus: lubang kecil
Ferre: membawa/ mengandung
Disebut juga hewan spons (Sponge)

Cirri/sifat/karakteristik
  • Multiseluler
  • diploblastik
  • Tubuh berpori mikroskopis
  • Radial simetris
  • Hidup meneta/ sessil pada perairan
  • Memiliki rongga untuk aliran air
  • Pencernaan intrasel
Struktur tubuh
Struktur Tubuh Porifera
Tipe saluran air
  • Ascon
  • Sycon 
  • Leucon
(a). ascon, (b) sycon  (c) Leucon/ rhagon














Klasifikasi
  • Klas Calcarea
  • Klas Hexactinellida
  • Klas Demospongia

Klas Calcarea
  • Memiliki rangka dari zat kapur
  • Habitat di laut dangkal
  • Contoh
Leucosolenia sp
Schypa sp
Sycon gelatinosum
Klas Calcarea











Klas Hexactinellida
  • Rangka/ spikula dari zat kersik dengan 6 cabang
  • Disebut Spongeglass/ Hyalospongia
  • Contoh
Hyalonema sp
Pheronema sp
Euplectella suberea
Klas Hexactinellida











Klas Demospongia
  • Rangka/ spikula dari serabut/ bennang sponging
  • Tanpa skeleton
  •  Contoh
Spongila sp
Callyspongia
Suberit sp
Cliona sp
Microciona sp
Klas Demospongia















Gambar lengkap untuk Porifera disini:  Porifera photogallery


  1. PHYLUM COELENTERATA/CNIDARIA/
CTENOPHORA

Coilos: Rongga
Enteron: usus

Ciri/sifat/karakter
  •  Memiliki knidosit/ sel penyengat( Cnidaria )
  • Memiliki rongga usus (gastrovasculer)
  • Multiseluler
  • Radial simetri
  • Bentuk tubuh
Polip (melekat di substrat) dan sessil
Medusa: berenang/ terapung/planktonik

Diploblastik  terdiri dari
  • Epidermis
  • Endodermis/ Gastrodermis
  • Mesoglea (berisi gelatin dan sel saraf)
Struktur tubuh:















 
  • Mengandung nematocyst
  • System pencernaan : 
Memiliki saluran yang disebut Enteron
Mulut dikelilingi tentakel
Mulut berfungsi  sebagai anus

Struktur Nematocyt














Ø System saraf difus
Ø Reproduksi:
Seksual: peleburan sel  gamet
Aseksual: kuncup
Metagenesis

Klasifikasi
  • Klas Hydrozoa
  • Klas Schypozoa
  • Klas Anthozoa

Klas Hydrozoa
  • Hidup di air tawar
  • Soliter
  • Contoh:
Obelia sp
Hydra sp
Physalia  sp (Struktur tubuh terdiri atas Gonozoid, gastrozoid,daktilozoid)
Metagenesis pada Obelia

Metagenesis Obelia













Klas Scypozoa
  • The true medusa/ jellyfish
  • Mesoglea tebal
  • contoh
Aurelia aurita
Metagenesis  Aurelia
Metagenesis pada Aurelia aurita

Klas Anthozoa
Antho: bunga
Zoon: Hewan

  • Hidup soliter/ koloni
  • Melekat pada substrat
  • Menghasilkan kalsium karbonat (CaCO3)
  • Sebagai pembentuk terumbu karang
  • Bentuk tubuh: silinder pendek
  •  Bentuk polip
  • Contoh:
Tubiphora musica
Meandrina sp
Euplexaura antipathes

Klas Anthozoa














  1. PHYLUM PLATYHELMINTHES

Platy: pipih
Helminthes: cacing

Ciri/sifat/karakter
  • Tubuh pipih dorsoventral, lunak
  •  Simetri bilateral aselomata
  • Hermafrodit
  • Triploblastik
  • Tubuh terdiri atas: anterior, posterior,dorsal,ventral
  • Alat ekskresi disebut sel api
  • System saraf tangga tali

Klasifikasi
Klas Turbellaria
Klas Trematoda
Klas Cestoda

Klas Turbellaria
  • Hidup bebas, beberapa parasit
  • Habitat di perairan
  • Tubuh tak bersegmen
  • Terdapat bulu-bulu getar pada lapisan epidermis
Struktur

Struktur Turbellaria












Contoh:
Planaria sp
Dugeria tigrina

Klas Trematoda/ cacing hisap
  • Parasit pada vertebrata
  • Tubuh tertutup lapisan kutikula
  • Memiliki alat hisap (sucker)
  • Contoh:
Fasciola hepatica
Fasciola busci

Struktur Trematoda










Klas Cestoda
  • Pipih, panjang menyerupai pita
  • Parasit
 Struktur tubuh

Struktur Cestoda



















 Contoh:
Taenia solium
Taenia saginata
Diphylobothrium latum


  1. PHYLUM NEMATHELMINTHES
Nema: benang
Helminthes: cacing

Ciri/sifat/karakter
  • Endoparasit pada manusia dan hewan
  • Hidup bebas di perairan/ tanah
  • Bilateral simetris
  • Triploblastik, pseudoselomata
  • Tubuh tertutup lapisan kutikula
  • Organ pencernaan memanjang dari anterior ke posterior
  • Diesis
Struktur


Klasifikasi
Nematode
Nematophora/ Nematomorpha


Klas Nematoda
  • Fase larva sampai dewasa hidup sebagai parasit
  • Contoh:
Ascaris lumbricoides
Oxyuris vermicularis
Wuchereria bancrofti
Heterodera radicicola
Loa loa

Klas Nematophora
Larva hidup pada mamalia dan arthropoda, dewasa bebas di perairan
Contoh:
      Gordius sp
      Nectonema sp


  1. ANNELIDA

Annulus: Cincin
Oidos: Bentuk

Macam-macam Annelida

















Ciri/sifat dan karakter
  • Selomata
  • Alat pencernaan sempurna
  • Bilateral simetris
  • Tubuh tertutuplapisan kutikula nonchitinouus
  • Dilengkapi Bristle chitin disebut cetae
  •  Alat ekskresi disebut Nefridium
  • Hermafrodit
  • Klasifikasi
       Polychaeta
      Oligochaeta
      Hirudinea

Klas Polychaeta
Poly: banyak
Chaeta: rambut
  • Cacing yang memiliki banyak rambut
  •  Hidup di perairan laut
  • Memiliki  parapodia
  • Contoh
      Lysidice oele (wawo)
      Eunice viridis(palolo)


Klas Oligochaeta
Oligos: sedikit
Chaeta: rambut
  • Kepada disebut Prostomium
  • Tidak dilengkapi mata, tentakel dan parapodi

Struktur

Struktur oligochaeta


















Contoh:
Lumbricus terrestris
Pheretima sp

Kelas Hirudinea
  • Pipih dorsoventral
  • Mempunyai 1 prostomium dengan 35 segmen
  • Alat penghisap di kedua ujung tubuh
  • Menghasilkan Hirudin/ zat antikoagulan
  • Contoh:
      Hirudo medicinalis
      Hirudinaria javanica
      Haemodipsa zeylanica



  1. PHYLUM MOLLUSCA
Mollis: Lunak

Ciri/sifat/karakter
  • Tubuh lunak tak bersegmen
  • Dilindungi pallium/ mantle
  • Mantle: penghasil secret untuk bahan eksoskeleton/cangkang/cocha
Struktur tubuh Mollusca

Struktur Molusca


Klasifikasi
  • Klas amphineura/Polyplacophora
  • Klas Gastropoda
  • Klas scapopoda
  • Klas cephalopoda
  • Klas Pelecypoda/Bivalvia/Lamellibranchiata

Klas Amphineura
Simetri bilateral
Eksoskeleton berupa Valva
Contoh: Chiton squamosum

Chiton squamosum

Klas Gastropoda
Gastros: perut
Podos: Kaki
  •  Habitat darat, air tawar dan air laut
  •  Memiliki 2 pasang tentakel
  • Tentakel panjang: penglihatan
  • Pendek: peraba/ pembau
  • Hermafrodit non autofertilisasi
Gastropoda



Contoh:
      Achatina fulica
      Lymnaea sp
      Pilla ampulacea

Klas Schapopoda
  • Habitat di laut
  • Bilateral simetri
Contoh:
      Dentaium vulgare

Scapopoda

Klas Cephalopoda
Cephalo: kepala
Podos: kaki

  • Memiliki endoskeleton, eksoskeleton atau keduanya
  • Memiliki kaki di kepala
Cephalopoda

Contoh:
      Nautillus popilius
      Sephia sp
      Octopus vulgaris
      Loligo indica

Klas Pelecypoda
Pelecy: memipih seperti kapak
Podos: kaki
Bi: dua
Valvia: cangkang
Lamelli: lempengan
Branchia: insang

Struktur tubuh


Pelecypoda/ Bivalvia/ lamellibranchiata

Lapisan tubuh:
* Periostrakum
Tersusun dari zat tanduk dan mudah mengelupas

* Prismatic
Tersusun dari zat kapur berbentuk  prisma

* Nakreas
Lapisan terdalam
Lapisan mutiara
Merupakan Kristal-kristal halus mengandung CaCO3


  1. PHYLUM ECHINODERMATA
Echinos: landak/ duri
Derma: kulit

Ciri/sifat/karakter
  • Triploblastik selomata
  • Endoskeleton berduri dan menembus kulit
  • Duri berpangkal pada lempeng kalsium karbonat yang disebut testa
  • Simetri bilateral (larva) dan radial (dewasa)
  • Bagian tubuh terdiri dari oral dan aboral
  • Memiliki system saluran air yang disebut system ambulakral
  • Diesis
  • Fertilisasi eksternal
  • Tidak memiliki otak 
  • Memiliki daya regenerasi tinggi

Klasifikasi
  • Asteroidean
  • Ophiuroidea
  • Crinoidea
  • Echinoidea
  • Holothuroidea

Klas Asteroidea
  • Duri termodifikasi membentuk Pediselaria
  • Fungsi:
      Menangkap mangsa
      Melindungi tubuh dari kotoran

Struktur Asreroidea

Contoh:
      Asterias forberi (bintang laut)
      Pentacheros sp
      Acanthaster sp

Asteroidea

Klas Ophiuroidea
  • Tidak memiliki Pediselaria
  • Tubuh tersusun atas cakram dan lengan yang panjang dan berduri
  • Contoh:
      Ophiothrix sp

Ophiuroidea

Klas Echinoidea
  • Bentuk bola/ pipih
  • Tanpa lengan
  • Memiliki lentera aristoteles
  • Fungsi: mengiling makanan
Struktur

Echinoidea



Echinoidea


Contoh
      Diadema saxatile
      Arbacia punctulata

Klas Crinoidea
Berbentuk seperti tumbuhan
Tidak berduri
Jumlah lengan 5 atau kelipatannya dengan cabang-cabang kecil yang disebut Pinula
Struktur:

Crinoidea


Contoh:
      Metacrinus rotundus
      Antedon rosacea

Klas Holothuroidea

Timun laut/ teripang
System respirasi menggunakan Pohon Respirasi
Struktur:

Holothuroidea

Holothuroidea

  1. PHYLUM ARTHROPODA

Arthra: ruas
Podos: kaki

  • Memiliki kaki berruas-ruas
  • Bilateral simetri
  • Triploblastik selomata
  • Bagian tubuh terdiri atas: Caput, Thorax, abdomen
  • Tubuh diliputi kutikula membentuk eksoskeleton
  • Kutikula dari zat kitin
  • Eksoskeleton dihubungkan oleh ligament
  • Mengalami Molting atau Ekdisis
  • System saraf tangga tali, pusat ganglia
  • Alat ekskresi saluran Malphigi
  • Peredaran darah terbuka, darah disebut Hemolimfa
  • Hidup bebas, parasit, komensal dan simbiotik
  • Reproduksi
Seksual
      Parthenogenesis
      Diesis
  • Fertilisasi internal
  • Ovipar

Klasifikasi
  • Klas Arachnoidea
  • Klas Myriapoda
  • Klas Crustacea
  • Klas Insecta

Klas Arachnoidea
Arachno: Laba-laba

Tubuh terdiri atas Chepalothorax dan abdomen
Respirasi dengan paru-paru buku
Ekskresi dengan saluran Malphigi dan kelenjar Koksal


Klasifikasi:
Scorpionida: Kalajengking, ketunggeng
Arachnida: Laba-laba
Acarina: Tungau, Caplak


Klas Myriapoda
Myria: banyak
Podos: kaki

  • Tubuh terdiri atas Caput dan abdomen yang terdiri atas 25-200 segmen
  • Memiliki mata tunggal/ oseli
  • Klasifikasi
Diplopoda
§  Disebut kaki seribu
§  Tubuh gilik
§  Pada setiap segmen terdapat 2 pasang kaki
§  Contoh:
Keluwing (Julus terrestris)


Chilopoda
§  Kelompok kelabang
§  Tubuh pipih
§  Memiliki alat penyengat
§  Pada setiap segmen terdapat 1 pasang kaki
§  Contoh:
Scutigera sp (kelabang)



Klas Crustacea
Crusta: kulit

§  Tubuh terdiri atas Chepalothorax dan abdomen
§  Memiliki eksoskeleton keras
§  Pada bagian Chepalothorax dilindungi Karapaks
§  Ujung karapaks disebut Rostrum
§  Memiliki mata majemuk
§  Alat pernafasan berupa insang

Struktur


§  Klasifikasi

Entomostraca
§  Udang kelas rendah/ mikroskopik
§  Contoh:
      Daphnia sp
      Cyclops sp

Daphnia sp
Cyclops sp

Malacostraca
§  Udang tingkat tinggi
§  Contoh:
      Udang, Lobster



Klas Insecta/ Hexapoda
Insect: serangga
Hexa: enam
Podos: kaki

§  Tubuh terdiri atas Caput, thorax dan abdomen
§  Mata faset dan oseli
§  Melakukan ekdisis
§  Perkembangan
      Ametabola: tidak mengalami metamorfosis
      Hemimetabola: metamorphosis tak                 sempurna
      Holometabola: metamorphosis sempurna

 
§  Struktur:

 
§  Klasifikasi



Aptrygota: tak besrayap
Contoh: Lepisma sp
Insekta
Pterygota            eksopterygota
( bersayap)         endopterygota

                                     Ortophtera: kecoa, jangkrik
                                     Hemiptera: belalang
Eksopterygota        Homoptera: Wereng
                                     Odonata: capung


                                      Coleoptera: kumbang
Endopterygota        Hymenoptera: tawon, rayap
                                      Diptera: lalat, nyamuk
                                      Lepidoptera: kupu-kupu


  1. PHYLUM CHORDATA

Cirri/sifat/karakteristik
§  Memiliki Chorda dorsalis/ notochord
§  Pada fase embrio chorda dorsalis berubah menjadi vertebrae
§  Klasifikasi:
      Hemichordata
      Urochordata
      Cephalochordata
      Vertebrata: Pisces, Amfibi, Reptil, Aves,         Mamalia
Klas Pisces
§  Merupakan hewan akuatik
§  Tubuh dilindungi sisik
§  Bernafas dengan insang
§  Peredaran darah tertutup tunggal
§  Struktur



§  Klasifikasi
Agnatha
¯  Ikan tak berrahang
      Contoh: Lamprey

Lamprey
Chondricthyes
¯  Ikan bertulang rawan
      Contoh: Hiu, pari
Osteichthyes
¯  Ikan bertulang keras
      Contoh: ikan mas, ikan mujahir dll

Klas Amfibi

Cirri/sifat/karakter
*    Mengalami metamorphosis
*    Kulit selalu basah oleh lendir
*    Klasifikasi

¯Apoda ( tak berkaki)
      Contoh: Salamander cacing
¯Urodela (Berkaki dan berrekor)
      Contoh: Salamander
Salamander

¯Anura (Berkaki tak berrekor)
      Contoh: Katak, kodok

Klas Reptilia

Ciri/sifat/karakter
*    Hewan melata
*    Tubuh dilindungi sisik dari zat tanduk
*    Ovipar dan ovovivipar
*    Klasifikasi

¯Squamata: Ular, kadal
¯Testudinaria: Penyu, kura-kura
¯Crocodilian: Buaya
¯Rhyncochepala

Klas Aves

Ciri/sifat/karakter
*    Tubuh dilindungi oleh bulu
*    struktur


Klas Mamalia

Ciri/sifat/karakter
*    Tubuh dilindungi oleh rambut
*    Memiliki kelenjar susu/ mammae
*    Vivipar dan ovipar

*    Klasifikasi
ü  Insectivora:
ü  Chiroptera: kelelawar
ü  Primate: monyet, orang utan
ü  Tubulidentata:
ü  Rodentia
ü  Logomorpha
ü  Perissodactyla
ü  Artiodactyla
ü  Monotremata
ü  Marsupialia
ü  Carnivore
ü  Proboscidea
ü  Edentata
ü  Cetacean
ü  Sirenia
ü  Ruminansia